Perkembangan SIM di dunia pendidikan

Dalam era globalisasi ini, dunia pendidikan telah berevolusi dari kehadiran konvensional ke pendidikan yang lebih terbuka (Mukhopadhyay M., 1995). Sebagai contoh, kita melihat di Perancis proyek “Pembelajaran fleksibel”. Ini mengingatkan pada prediksi aplikasi keuangan sekolah -an tentang “Deschooling Society”, yang tidak lagi diperlukan dalam kasus-kasus ekstrem. Uskup G. (1989) meramalkan bahwa pendidikan di masa depan akan fleksibel, terbuka dan dapat diakses oleh semua yang membutuhkannya, terlepas dari jenis, usia atau pengalaman pendidikan sebelumnya.
Mason R. (1994) berpendapat bahwa pendidikan masa depan lebih didorong oleh jaringan informasi yang memfasilitasi interaksi dan kolaborasi daripada melalui bangunan sekolah. Namun, teknologi akan semakin memperluas kesenjangan antara kaya dan miskin.
Tony Bates (1995) mengamati bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas dan pencapaian jika digunakan secara signifikan untuk pendidikan dan pelatihan dan memainkan peran yang sangat penting dalam kemakmuran ekonomi. Alisjahbana I (1966) mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan harus nanti “tepat pada waktunya”. Teknik pengajaran yang baru akan bersifat timbal balik, kolaboratif, dan interdisipliner.
Romiszowski & Mason (1996) memprediksi penggunaan komunikasi multimedia yang sinkron dan asinkron menggunakan komputer (CMC). Dari ramalan dan pendapat para ilmuwan yang disebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan masa depan akan lebih terbuka dan dua arah, lebih beragam, multidisiplin dan, pada saat yang sama, “produktivitas tenaga kerja”, berbasis dan kompetitif dengan aliran globalisasi.


6. Elemen pembelajaran jarak jauh berbasis web
Kursus pembelajaran jarak jauh berbasis web harus mengandung unsur-unsur berikut:
a.) Pusat kegiatan siswa; Sebagai sebuah komunitas, pendidikan jarak jauh berbasis web harus dapat menggunakan fasilitas ini sebagai tempat untuk kegiatan siswa, di mana siswa menambah keterampilan, membaca materi kuliah, mencari informasi, dll.

b.) interaksi dalam kelompok; Siswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi yang diberikan oleh pembaca. Para pembaca dapat hadir dalam kelompok ini untuk memberikan gambaran singkat tentang materi yang ditawarkan.
c.) sistem administrasi siswa; Di sini, siswa dapat melihat informasi tentang status siswa, kinerja siswa, dan banyak lagi.
d.) pendalaman bahan dan tes; Sebagai aturan, pembaca sering memiliki tugas dan tugas pendek untuk memperdalam apa yang telah mereka pelajari dan melakukan tes pada akhir fase pembelajaran. Ini juga harus diperhitungkan dalam pembelajaran jarak jauh berbasis web
e.) Perpustakaan digital; Di bagian ini, Anda akan menemukan berbagai informasi dari perpustakaan, tidak hanya buku, tetapi juga literatur digital, seperti suara, gambar, dll. Bagian ini berfungsi sebagai bentuk dukungan dan basis data.
f.) materi online di luar materi kursus; Untuk mendukung perkuliahan, perlu juga membaca materi dari situs web lain. Oleh karena itu, dosen dan mahasiswa dalam bidang ini dapat terlibat langsung untuk menyediakan materi lain yang dapat dipublikasikan kepada siswa lain melalui Internet.

7. Pentingnya SIM untuk pendidikan
Menerapkan gagasan dan keinginan di atas dalam bentuk realitas bukanlah tugas yang mudah, tetapi jika kita melihat negara lain yang telah lama mengejar pembelajaran jarak jauh berbasis web, ada banyak lembaga atau lembaga yang menggunakan metode ini. Tidak hanya keterampilan yang dibutuhkan oleh para insinyur, tetapi juga berbagai tindakan di bidang pendidikan sangat mempengaruhi perkembangan mereka. Mengingat ketersediaan fasilitas pendukung seperti perangkat keras, ini tampaknya tidak diragukan lagi. Hanya masalah bandwidth yang selalu menjadi perhatian utama pengguna internet di Indonesia. Tentu saja, dengan bandwidth terbatas, ini mengurangi kenyamanan, terutama untuk bahan non-teks. Di luar negeri, terutama di negara-negara industri, telah menjadikan pembelajaran jarak jauh sebagai alternatif yang populer untuk mengajar. Metode pengasuhan ini diikuti oleh siswa, karyawan, direktur, bahkan ibu rumah tangga dan orang tua (pensiunan).

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*